Menjelang waktu berbuka puasa, kondisi jalanan di pusat kota seringkali mengalami kemacetan parah akibat munculnya pusat-pusat ekonomi musiman. Baru-baru ini, terlihat sebuah gerakan nyata melalui Aksi PP Medan yang turun langsung ke lapangan untuk membantu menertibkan situasi di berbagai titik keramaian. Langkah ini diambil sebagai respons atas keresahan masyarakat terhadap kesemrawutan lalu lintas yang disebabkan oleh aktivitas jual beli di bahu jalan. Kehadiran organisasi kemasyarakatan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga yang sedang berburu takjil maupun kebutuhan pokok lainnya di pasar-pasar tradisional yang mendadak ramai.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk Amankan Pasar Tumpah agar fungsi jalan raya tidak terganggu sepenuhnya oleh lapak pedagang maupun kendaraan yang berhenti sembarangan. Di beberapa wilayah strategis, keberadaan pasar musiman ini memang menjadi berkah ekonomi bagi pedagang kecil, namun jika tidak dikelola dengan baik, hal tersebut justru memicu konflik sosial dan kemacetan yang merugikan pengguna jalan lain. Anggota di lapangan berupaya mengatur alur keluar masuk pengunjung agar proses transaksi tetap berjalan tertib tanpa harus menutup akses transportasi utama yang sangat krusial bagi mobilitas warga kota Medan.
Persoalan yang paling mendesak untuk ditangani dalam pengamanan ini adalah maraknya keberadaan Juru Parkir Liar yang seringkali mematok tarif tidak wajar kepada pengunjung. Para oknum ini kerap memanfaatkan situasi ramai untuk mengambil keuntungan pribadi tanpa memberikan kontribusi pada pendapatan daerah, bahkan seringkali memarkirkan kendaraan hingga memakan badan jalan secara ilegal. Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, diharapkan praktik-praktik pungutan liar tersebut dapat ditekan sehingga masyarakat tidak merasa terbebani saat ingin berbelanja. Kehadiran personel di lapangan berfungsi sebagai pengingat bagi para pelanggar agar tetap mematuhi aturan tata ruang kota.
Selain menertibkan parkir, Aksi PP Medan juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada para pedagang agar tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Sampah sisa dagangan seringkali menjadi masalah serius setelah pasar bubar, sehingga edukasi mengenai pengelolaan limbah dagangan juga menjadi bagian dari agenda pengamanan ini. Kolaborasi antara organisasi masyarakat dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan sangat diperlukan guna memastikan bahwa ketertiban umum tetap terjaga selama bulan suci. Sinergi ini terbukti efektif dalam meminimalisir potensi keributan antar kelompok yang biasanya berebut lahan parkir di area-area basah.