Kericuhan Peringatan Hari Buruh atau May Day yang seharusnya menjadi momentum untuk menyuarakan hak-hak pekerja, seringkali dinodai oleh aksi-aksi anarkis dari kelompok penyusup. Insiden serupa terjadi di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta dan Semarang, di mana oknum yang diduga berafiliasi dengan kelompok “anarko” melakukan perusakan Kericuhan fasilitas publik dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar mengenai tujuan sebenarnya dari aksi-aksi tersebut dan dampaknya terhadap citra perjuangan buruh.
Di Jakarta dan Semarang, aksi anarkis kelompok ini terekam dengan jelas. Mereka tidak segan-segan melempari fasilitas umum dan bahkan kendaraan yang melintas di jalan tol dengan batu dan petasan. Akibatnya, beberapa kendaraan mengalami kerusakan dan para pengendara berada dalam situasi yang sangat membahayakan. Tindakan semacam ini jelas menyimpang jauh dari esensi peringatan Hari Buruh yang mengedepankan aspirasi secara damai dan bermartabat. Kelompok-kelompok ini seolah mengambil keuntungan dari keramaian aksi buruh untuk melancarkan tujuan mereka sendiri yang destruktif.
Kehadiran kelompok penyusup dalam demo Hari Buruh menciptakan dilema. Di satu sisi, massa buruh berhak untuk menyampaikan tuntutan mereka. Di sisi lain, aksi anarkis oleh segelintir oknum merusak citra perjuangan buruh secara keseluruhan. Masyarakat luas, yang mungkin awalnya bersimpati, bisa saja berbalik mengkritik karena melihat kekerasan dan kerusakan. Ini tentu merugikan gerakan buruh yang telah dibangun dengan susah payah. Penting bagi aparat keamanan untuk mengidentifikasi dan menindak tegas para pelaku anarkisme ini agar tidak ada lagi yang menunggangi momentum penting seperti Hari Buruh Tindakan perusakan dan intimidasi yang dilakukan oleh kelompok ini bukan hanya merugikan materiil, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap aksi demonstrasi. Apabila tidak segera ditangani, dikhawatirkan setiap peringatan Hari Buruh akan selalu diwarnai dengan ketegangan dan ketakutan alih-alih semangat persatuan. Oleh karena itu, semua pihak, baik aparat keamanan maupun organisasi buruh, harus bekerja sama untuk memastikan bahwa May Day dapat berjalan damai dan aspirasi pekerja tersampaikan tanpa adanya gangguan atau aksi yang merugikan.