Kondisi buruh bangunan harian di kota Medan saat ini sangat memprihatinkan karena minimnya perlindungan hak dasar. Banyak dari mereka yang bekerja setiap hari tanpa adanya jaminan asuransi keselamatan yang memadai. Padahal, risiko kecelakaan kerja di proyek konstruksi sangat tinggi dan dapat terjadi kapan saja. Tanpa proteksi ini, ketika musibah terjadi, para pekerja terpaksa menanggung beban biaya pengobatan dan kehilangan mata pencaharian secara mandiri, yang tentu saja akan berdampak buruk pada ekonomi keluarga mereka.
Permasalahan buruh bangunan di sektor informal ini memang sudah lama terjadi namun jarang mendapatkan perhatian serius dari pihak kontraktor maupun pengembang. Banyak pemberi kerja mengabaikan aspek keselamatan dengan alasan efisiensi biaya. Mereka sering kali merekrut tenaga kerja tanpa ikatan kontrak yang jelas sehingga kewajiban untuk memberikan perlindungan jaminan sosial menjadi terabaikan. Padahal, UU Ketenagakerjaan telah mengamanatkan bahwa setiap pekerja berhak atas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, terlepas dari status kepegawaian mereka.
Kurangnya kesadaran akan pentingnya asuransi keselamatan juga dipicu oleh kurangnya edukasi terhadap para pekerja itu sendiri. Banyak dari mereka yang memilih untuk menerima upah tanpa potongan untuk iuran jaminan sosial karena terdesak kebutuhan ekonomi harian. Fenomena ini menciptakan lingkaran setan di mana pekerja tetap berada dalam posisi rentan. Pemerintah kota Medan melalui dinas terkait seharusnya melakukan pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan, baik skala kecil maupun besar, untuk memastikan bahwa seluruh pekerja terdaftar dalam sistem perlindungan yang sah.
Pihak perusahaan atau kontraktor harus diwajibkan untuk menyediakan standar keselamatan yang baik dan asuransi bagi pekerja sebagai bagian dari komitmen etis mereka. Tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang, kasus kecelakaan kerja yang menimpa para pekerja akan terus terulang tanpa ada penyelesaian yang adil. Upaya kolektif untuk menuntut hak-hak ini perlu didorong agar martabat pekerja tetap terjaga. Setiap tetes keringat mereka dalam membangun infrastruktur kota seharusnya dibarengi dengan rasa aman saat mereka berangkat bekerja dan pulang ke rumah dengan selamat. Perlindungan ini adalah investasi bagi keberlanjutan sektor konstruksi dan wujud nyata kepedulian terhadap kemanusiaan di tengah pesatnya pembangunan kota Medan yang sangat masif saat ini.