Aksi keji terjadi di Medan, Sumatera Utara, di mana seorang pria dengan modus pesan taksi online melakukan pembegalan yang berujung pada tewasnya seorang pengemudi. Pelaku yang menggunakan modus pesan taksi ini diduga kuat telah merencanakan aksinya untuk merampas mobil korban. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu malam, 14 Mei 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, di kawasan sepi di Jalan Sei Deli, Kecamatan Medan Barat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian Polrestabes Medan, korban yang diketahui bernama Rahmat (45 tahun) menerima orderan taksi online melalui aplikasi dari seorang penumpang dengan tujuan ke Jalan Sei Deli. Setibanya di lokasi yang dituju, diduga pelaku langsung melakukan aksinya dengan cara menganiaya korban hingga tewas dengan senjata tajam. Setelah melukai korban, pelaku kemudian membawa kabur mobil Toyota Avanza milik korban. Kasus ini terungkap setelah warga sekitar menemukan jenazah korban tergeletak di pinggir jalan pada Kamis dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, dan segera melaporkannya kepada pihak berwajib.
Tim Inafis Polrestabes Medan yang tiba di lokasi kejadian segera melakukan olah TKP. Mereka menemukan sejumlah luka sayatan di leher korban yang diduga menjadi penyebab kematian. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti di lokasi, termasuk bercak darah dan identifikasi awal terkait pelaku modus pesan taksi tersebut. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Budi Santoso, dalam konferensi pers pada Kamis siang, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengejar pelaku. “Kami akan bekerja keras untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku secepatnya. Identitas pelaku sudah kami kantongi berdasarkan keterangan saksi dan jejak digital pemesanan taksi,” ujarnya.
Kasus ini menambah daftar panjang aksi kriminal dengan modus pesan taksi online yang meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian mengimbau kepada para pengemudi taksi online untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap penumpang, terutama saat menerima orderan ke lokasi yang sepi pada malam hari. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain adalah selalu membagikan informasi perjalanan kepada keluarga atau teman, memasang alat pelacak GPS di kendaraan, dan segera melaporkan jika merasa ada hal yang mencurigakan selama perjalanan. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan kasus ini agar pelaku segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.