Pada tahun 1957, sebuah proyek ambisius dimulai: Pembangunan Waduk Jatiluhur. Proyek ini bertujuan memenuhi kebutuhan listrik dan irigasi Jawa Barat. Namun, di balik manfaat besar itu, ada harga yang harus dibayar. Banyak desa harus direlokasi, dan beberapa di antaranya, seperti Desa Cilalawi, sepenuhnya ditenggelamkan oleh genangan air yang terus meluas.
Penduduk Desa Cilalawi, seperti halnya desa-desa lain, harus meninggalkan tanah leluhur mereka. Rumah, sawah, dan bahkan pemakaman keluarga mereka kini berada di bawah permukaan air. Kisah-kisah sedih tentang perpisahan dengan kampung halaman ini menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah waduk. Kenangan masa lalu kini hanya bisa diakses dalam cerita.
Konon, di dasar Waduk Jatiluhur, sisa-sisa Desa Cilalawi masih bisa ditemukan. Para penyelam lokal dan penjelajah bawah air sering melaporkan melihat reruntuhan bangunan, jalanan, bahkan nisan-nisan pemakaman yang masih utuh. Pemandangan ini menciptakan nuansa misteri tersendiri bagi siapa pun yang mendengarnya.
Keberadaan “kota bawah air” ini memicu berbagai cerita mistis. Ada yang percaya arwah-arwah penghuni desa masih bersemayam di sana, menjaga kampung halaman mereka yang tenggelam. Cerita-cerita tentang penampakan dan suara aneh seringkali menghiasi percakapan masyarakat sekitar Waduk Jatiluhur, menambah aura gaibnya.
Meskipun Jatiluhur membawa kemajuan, ia juga meninggalkan warisan budaya dan sejarah yang terendam. Desa Cilalawi dan desa-desa lain menjadi saksi bisu dari pengorbanan demi pembangunan. Kisah-kisah tentang “kota tenggelam” ini menjadi pengingat akan jejak masa lalu yang tak pernah benar-benar hilang.
Bagi sebagian orang, Waduk Jatiluhur bukan hanya sumber air dan listrik, melainkan juga sebuah tempat dengan dimensi lain. Di baliknya tersimpan cerita-cerita sedih dan misteri yang abadi. ini telah menciptakan lanskap baru, baik secara fisik maupun dalam memori kolektif masyarakat.
Kisah Desa Cilalawi yang tenggelam adalah pengingat bahwa setiap kemajuan memiliki sisi lain. Ini adalah cerita tentang adaptasi, kehilangan, dan bagaimana manusia berinteraksi dengan alam. Hingga kini, Jatiluhur terus menyimpan rahasia di kedalamannya, menunggu untuk diungkap atau sekadar menjadi legenda yang diceritakan turun-temurun.
Jadi, di balik keindahan dan Pembangunan Waduk Jatiluhur, tersimpan sejarah kelam dan cerita-cerita misteri yang tak terurai. Desa-desa yang tenggelam menjadi monumen tak terlihat bagi mereka yang terpaksa pindah, dan nisan-nisan di dasar waduk adalah pengingat abadi akan kehidupan yang pernah ada di sana.