Penyelidikan menyeluruh kasus kematian ADP kini telah diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Langkah ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam mengungkap misteri di balik kematian korban. Pengambilalihan kasus oleh Polda Metro Jaya juga menandakan bahwa kasus ini memiliki kompleksitas yang memerlukan penanganan dari unit yang lebih tinggi dengan sumber daya dan keahlian yang lebih mumpuni.
Untuk memastikan penyelidikan menyeluruh dan komprehensif, tim penyelidik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara gabungan. Kolaborasi lintas instansi ini sangat penting dalam mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dari berbagai perspektif forensik. Setiap detail di TKP dapat menjadi petunjuk krusial dalam mengungkap kronologi dan penyebab kematian.
Dalam tim gabungan ini, hadir pula perwakilan dari kedokteran kepolisian. Peran mereka dalam penyelidikan menyeluruh adalah memberikan analisis medis awal di TKP, serta membantu dalam penanganan jenazah untuk persiapan autopsi. Kehadiran ahli medis di awal proses sangat vital untuk memastikan bukti biologis tidak rusak atau terkontaminasi.
Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) juga menjadi bagian integral dari penyelidikan menyeluruh ini. Tim Puslabfor bertugas mengumpulkan dan menganalisis bukti-bukti fisik yang mungkin tidak terlihat kasat mata, seperti sidik jari laten, jejak DNA, atau residu bahan kimia. Hasil analisis laboratorium mereka akan menjadi dasar ilmiah yang kuat dalam proses pembuktian.
Inafis Bareskrim Polri, sebagai unit identifikasi forensik nasional, juga turut serta dalam penyelidikan menyeluruh. Mereka bertugas mengidentifikasi korban secara pasti melalui sidik jari atau metode biometrik lainnya, serta mendokumentasikan setiap aspek TKP dengan detail. Keahlian mereka dalam pengidentifikasian sangat membantu dalam validasi data.
Tidak ketinggalan, dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) turut dilibatkan. Peran mereka dalam penyelidikan menyeluruh biasanya terkait dengan proses autopsi yang akan dilakukan. Keterlibatan ahli dari RSCM menjamin bahwa proses autopsi dilakukan dengan standar medis tertinggi, memberikan hasil yang akurat mengenai penyebab dan perkiraan waktu kematian.
Kolaborasi antarberbagai lembaga dalam penyelidikan menyeluruh ini mencerminkan komitmen aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran secara transparan dan akuntabel. Setiap temuan dari masing-masing tim akan disatukan untuk membangun gambaran utuh dan kuat mengenai kasus kematian ADP.