Medan kembali dihebohkan dengan aksi kriminalitas jalanan. Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban begal di wilayah Medan pada hari Sabtu malam, 10 Mei 2025. Akibat kejadian nahas ini, sepeda motor yang menjadi sumber mata pencahariannya raib dibawa kabur pelaku. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus korban begal yang meresahkan masyarakat Kota Medan.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, termasuk keterangan sementara dari pihak kepolisian Sektor Medan Timur, kejadian bermula ketika korban begal yang diketahui bernama Rian (32 tahun) menerima orderan penumpang di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan. Saat melintas di jalan sepi dekat kawasan industri sekitar pukul 23.00 WIB, tiba-tiba ia dipepet oleh dua orang pengendara motor. Tanpa basa-basi, para pelaku langsung mengancam Rian menggunakan senjata tajam.
Karena merasa terancam nyawanya, Rian tidak melakukan perlawanan. Kedua pelaku dengan cepat merampas sepeda motor Honda Beat berwarna hitam miliknya dan langsung melarikan diri ke arah Jalan Krakatau. Setelah kejadian, Rian yang mengalami trauma dan luka ringan akibat sempat terjatuh, segera melaporkan peristiwa korban begal ini ke kantor polisi terdekat, yaitu Polsek Medan Timur.
Petugas kepolisian yang menerima laporan korban begal langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi. Kapolsek Medan Timur, Kompol Budi Santoso, saat dikonfirmasi pada Minggu siang (11/05/2025) membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa tim Reskrim sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku dan keberadaan sepeda motor korban.
“Kami sudah menerima laporan dari korban dan saat ini anggota sedang bekerja di lapangan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangkap para pelaku begal ini,” ujar Kompol Budi Santoso.
Kejadian ini semakin menambah kekhawatiran para pengemudi ojol di Medan yang rentan menjadi korban kejahatan jalanan. Mereka berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli keamanan, terutama pada malam hari dan di lokasi-lokasi rawan tindak kriminalitas. Selain itu, para pengemudi ojol juga mengimbau sesama rekan kerja untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada saat menerima orderan, terutama di malam hari atau di tempat yang sepi. Kasus korban begal ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.