Tawuran Mengerikan di Medan: Pemuda Bersenjata Tajam dan Mercon, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Aksi tawuran antar kelompok pemuda kembali terjadi di Kota Medan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Dalam insiden yang melibatkan senjata tajam jenis sajam dan mercon, pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku ditangkap polisi setelah terlibat dalam bentrokan tersebut. Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terjadinya tawuran serupa di kemudian hari.

Menurut keterangan dari Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Medan Timur, Komisaris Polisi Juhri Siregar, S.H., peristiwa tawuran ini terjadi pada Minggu dini hari, 20 April 2025, sekitar pukul 02.30 WIB di kawasan Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur. Pihaknya menerima laporan dari warga mengenai adanya keributan dan aksi saling serang antar kelompok pemuda yang menggunakan senjata tajam dan petasan atau mercon.

“Kami menerima laporan adanya tawuran antar pemuda yang menggunakan sajam dan mercon. Tim kami segera turun ke lokasi dan berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku ditangkap polisi saat masih berada di lokasi kejadian,” ujar Kompol Juhri Siregar saat memberikan keterangan di kantor Polsek.

Lebih lanjut, Kompol Juhri Siregar menjelaskan bahwa saat penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa beberapa bilah senjata tajam jenis celurit dan sejumlah sisa mercon yang digunakan dalam tawuran tersebut. Kedua pelaku ditangkap polisi yang diketahui berinisial AR (19 tahun) dan BS (20 tahun) saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif dan peran masing-masing dalam aksi tawuran ini, serta mencari tahu keberadaan anggota kelompok lainnya.

Akibat tawuran ini, beberapa orang dari kedua kelompok pemuda dilaporkan mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam dan ledakan mercon. Pihak kepolisian telah membawa para korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kompol Juhri Siregar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi tawuran yang meresahkan masyarakat dan akan menindak tegas para pelaku yang terlibat.

“Kami akan terus melakukan patroli rutin dan meningkatkan pengawasan di wilayah-wilayah yang rawan terjadinya tawuran. Kami juga mengimbau kepada para orang tua dan tokoh masyarakat untuk lebih aktif dalam mengawasi dan membina para pemuda agar tidak terlibat dalam tindakan kekerasan seperti ini. Dua pelaku ditangkap polisi ini akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkas Kompol Juhri Siregar. Pihak kepolisian juga akan mendalami kemungkinan adanya provokator atau dalang di balik aksi tawuran ini.